Why would i go to the dermatologist….???

pertanyaan yang seringkali ditanyakan beberapa teman kepada saya.

“ngapain seh ra, ke dokter kulit? kan mahal, belum lagi produknya bikin kulit kecanduan. tar kalo gak kesana, kulitnya jadi lebih jelek dari sebelum ke dokter. belum lagi, tar kulitmu jadi tipis dan sensitif….”

yup, dulu ketika saya pertama kali menyentuh produk dari dokter kulit  ada teman saya yang berkata seperti itu. waktu itu klinik dermatologis pertama yang saya datangi adalah klinik berinisial N. ketika itu N di sby sangat terkenal sekali dan beberapa teman saya yang menjadi pelanggannya sangat senang sekali menggunakan produk2nya. jadilah, waktu itu saya pergi ke sana u/ “menyerahkan diri”. sebelumnya, ada rekomendasi lainnya seperti dokter A yang juga terkenal di surabaya. tapi, karena perjalanan menuju tempat prakteknya terlalu berliku-liku saya akhirnya membatalkan niat u/ pergi ke dokter tersebut dan memilih klinik N itu.

bulan2 pertama saya di klinik N itu dapat dikatakan masa2 bulan madu. karena saat itu, saya merasa perawatan yang diberikan klinik itu sangat tepat u/ mengatasi permasalahan kulit saya. bahkan saya sempat mendapatakan merchandise berupa gelas cantik dengan menukarkan voucher perawatan dalam jumlah tertentu dari klinik itu. tapi, lama kelamaan kok saya mulai merasa produknya mulai tidak konsisten dan berubah-ubah. waktu itu sempat ada kabar dari teman saya, kalo klinik N itu tengah me-upgrade produk nya u/ mendapatkan no  seri dari BPOM. karena merasa sudah tidak menemukan kecocokan lagi dengan klinik N itu, akhirnya saya memutuskan u/ berpindah ke lain hati.

akhirnya, saya memutuskan u/ pindah ke Erha sekitar tahun 2008 (atau 2007 ya..??? jelasnya lupa saya). itu juga atas rekomendasi dari teman saya. yang saya rasakan ketika pindah klinik itu adalah;

1. biaya konsultasi yang dikenakan Erha (di klinik N, konsultasi dengan dokternya gratis)

2. dokternya tidak menganjurkan saya u/ melakukan perawatan berupa facial dalam bentuk apapun. padahal, selama di klinik N, setiap kali menemui dokter pasti saya akan dianjurkan u/ melakukan facial2 tertentu.

kalo masalah harga produknya seh, kurang lebihnya ya… sama aja. cukup menguras kantong. sampai saat ini, saya masih tercatat sebagai pasien tetap di Erha itu (haha!!!).

ok, sekarang kembali fokus ke judul. kenapa seh saya pergi ke dermatologis???

alasan pertama adalah, saya tidak tahu produk mana yang sekarang ada di pasaran yang baik buat saya. saya memiliki kulit dengan tipe berminyak dan cenderung mudah sekali berjerawat. di pasar, ada banyak sekali produk yang ditawarkan u/ jenis kulit seperti yang saya miliki ini. saking banyaknya, saya sampai bingung harus memilih yang mana.

kedua, kulit saya cukup sensitif. jangankan terhadap pelembab, u/ sabun muka pun saya harus hati2. karena jika saya salah pilih produk, bisa2 muncul jerawat kecil2 di daerah dagu, hidung, dan sekitar alis.

ketiga, saya suka produk yang menunjukkan hasilnya dengan cepat. ya, saya gak suka menunggu lama2. dan produk2 dari klinik2 dermatoloigis itu biasanya bereaksi cepat dan memberikan hasil yang memuaskan. meskipun harus saya bayar dengan harga yang tidak murah.

itu adalah tanggapan yang waktu itu saya berikan kepada teman saya. mengenai masalah kecanduan, saya tidak terlalu mengkhawatirkannya. karena saya pernah mendiskusikan masalah kecanduan terhadap produk dari dokter ini kepada teman saya dulu ketika saya baru mengenal klinik N. dan kesimpulan kami adalah, sebenarnya kulit tidak mengalami kecanduan terhadap produk apapun. yang benar adalah, ketika kita memberikan nutrisi/perawatan yang baik pada kulit maka, proses regenerasi kulit akan berlangsung dengan cepat dan baik. namun, ketika nutrisi/ perawatan itu dihentikan dan digantikan dengan produk lain yang kualitasnya tidak lebih baik yang akan terjadi adalah, kulit akan menyesuaikan diri dengan pergantian tersebut dan merubah proses regenerasinya juga.

sama halnya ketika kita terbiasa pergi kemanapun menggunakan mobil kemudian mobil tersebut digantikan dengan motor atau sepeda. maka kecepatan kita u/ mencapai ke tujuan kita jelas akan berubah mengikuti alat transportasi yang kita gunakan. nah, itulah gambaran saya mengenai produk2 yang dikeluarkan oleh klinik2 dermatologi.

hal2 terakhir yang ingin saya sampaikan  adalah, jika ditanya kenapa Erha? dan kenapa harus ke klinik2 semacam itu, tidak ke dokter spesialis yang membuka praktek di rumah yang kualitasnya sama baiknya dengan dokter yang praktek di Erha?

jelas saya betah di Erha karena yang terpenting bagi saya adalah, saya tidak dipaksakan u/ melakukan facial. di klinik ini, facial ataupun perawatan lainnya sepenuhnya adalah pilihan pasien. dokter yang saya temui di sini jarang ada yang merekomendasikan saya u/ facial. selain itu, produknya juga masih saya rasa cocok dengan kulit saya (simple kan…).

dan kenapa saya tidak tertarik u/ pindah ke dokter kulit yang praktek sendiri, itu karena dia tidak punya cabang di kota lain. dan saya merasa itu akan merepotkan saya jika kelak saya hengkang dari jogja. masa’ saya harus berburu dokter kulit lain di kota selanjutnya yang akan saya tinggali….. aduh, kerjaan yang gak penting dan gak berbobot.

pilihan u/ menggunakan produk umum di pasaran ataupun produk dari dermatologis itu adalah hak prerogatif seseorang. dan saya tidak tertarik u/ mengubahnya. semoga orang lain pun berpikiran yang sama dengan saya. kalaupun berbeda dengan saya, ya…. silahkan.

1 Komentar (+add yours?)

  1. lina
    Mei 16, 2011 @ 08:08:29

    sebenarnya kulit bisa saja mengalami kecanduan, krn obat jerawat biasanya mengandung antibiotik, shg makin lama bakteri penyebab jerawat semakin kebal. klo cream distop tentu saja jerawat semakin banyak.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: