Janji Tinggal Janji…

Janji tingga janji, niat tinggal niat, cita-cita cuma cita-cita. Belum bisa diwujudkan. Aku nulis kaya’ gini karena aku keinget sama cita-citaku dulu jaman S1. Aku pengen banget jadi vegetarian. Tujuannya, pengen jaga kesehatan dan berat badan. Mencegah kan lebih baik daripada mengobati. Sayangnya, cita-cita itu cuman sebatas angan-angan aja. Sampe sekarang, aku bahkan gak bisa meninggalkan makanan dalam bentuk daging dan olahannya.

Mungkin ke-gak-sukaanku sama sayur ini juga akibat dari kebebasan dalam memilih makanan yang, dikasi mamaku waktu aku kecil dulu. Kebebasan disini maksudnya, pas jam makan,  aku dibebasin mo makan pake apa aja yang penting nasi sepiring yang sudah ditakarkan itu habis. Hasilnya, waktu kecil aku sering banget makan pake kecap kalo di rumah lagi masak sayur sop atau olahan apapun dari bahan sayuran. Dan kecap sebagai lauk yang dicampurkan ke nasiku itu adalah request ku sendiri. Bukan paksaan. Jadi, gak perlu repot-repot ngaduin mamaku ke KPAI (itupun kalo ada yang kurang kerjaan ngaduin mamaku ke KPAI).

Ke-gak-sukaanku sama sayur ini berlanjut terus sampe sekarang. Meskipun kadarnya agak berkurang. Sekarang, atas nama kesehatan, aku masih mau seminggu sekali melirik dan makan sayur (biasanya terpaksa, pas waktu ada gangguan metabolisme tubuh). Niat untuk belajar makan sayur lebih banyak dan akhirnya akan jadi vegetarian ini mucul ketika aku masih kuliah dulu (awal 20an). Ketika itu, aku sering sekali denger orang-orang di usia kepala empat mengeluhkan berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh pola makan yang berantakan, terlalu banyak mengkonsumsi daging dan jeroan, jarang olahraga, kurang minum air putih, dan banyak lagi. Mendengar itu, aku jelas ketakutan akan bagaimana nanti masa depan tubuhku yang indah ini (huahahahaha!!!!!!!!). Dari cerita-cerita seram itulah, aku mulai bertekad untuk mulai belajar mencintai sayur-mayur itu dan kepengen banget di umur 30 nanti aku sudah jadi vegetarian. Semuanya demi kesehatan dan menjaga keseksianku (aha!!).

Nyatanya, menjalankan niat itu sangat berat dan godaannya begitu besar. Apalagi waktu itu statusku adalah anak kos yang sangat susah sekali mengatur makan. Makan gak teratur dan begitu makan, pengennya makan besar yang mengenyangkan. Mana mungkin cuman makan sayur aja……?????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Selain gak teguh menjalankan niat, aku cukup pemaaf dalam menghadapi kekhilafan diri sendiri. Jadi, aku memaafkan diriku yang manis ini waktu melanggar batas waktuku untuk membatasi mengkonsumsi daging. Dan buah dari maaf tersebut adalah, sampai sekarang aku tetap cuma makan sayur seminggu sekali (itupun kalo inget). Aku gagal mencintai sayuran (oh, dunia…). Dan batas waktu-ku untuk memulai jadi vegetarian dah deket neh. Rasanya aku terpaksa harus menunda dulu untuk jadi vegetarian, mengingat aku masih terlalu cinta sama daging.

Mungkin salah satu yang jadi kendala aku susah suka makan sayur adalah golongan darah ku yang O (kok jadi bawa-bawa golongan darah????). Aku pernah baca buku tentang diet golongan darah O, katanya memang secara natural orang-orang dari golongan darah ini adalah karnivora sejati. Dan pada masa purba, sebagian besar dari orang-orang bergolongan darah O ini adalah pemburu handal (jadi, aku ini selain karnivora juga pemburu???? kok seram ya…). Aku kan jadi punya alat bukti yang mendukungku untuk memaafkan diri sendiri. Hehehe….

Tapi tenang aja, aku gak akan pernah melupakan niatku untuk jadi vegetarian. Someday somehow, pasti akan kuwujudkan. Meskipun belum sekarang, tapi percayalah. Janji itu akan kupenuhi, niat itu akan kulaksanakan, dan cita-cita itu akan kuwujudkan. Aaamiiinnnn….

2 Komentar (+add yours?)

  1. arierahayu
    Mei 18, 2010 @ 04:05:55

    Amin. Tenang Ra… harimau di Surabaya aja ada koq yang makan nasi rawon. Eh.. daging juga ya? Hehehe.

    Balas

    • Ira Raddin Ahmad
      Mei 19, 2010 @ 19:01:20

      selangkah lagi harimau itu pasti mau makan tempe. baiklah mbak, aku dan harimau itu akan berjuang.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: