DB 53…. Sisterhood (???)

Orang pertama yang memperkenalkan aku dengan kosan DB 53 ini adalah Nina teman seangkatanku jaman S1 dulu. DB 53 sendiri adalah sebuah rumah kos di Surabaya yang berada di jalan Dharmawangsa Barat 53 (DB 53). Waktu itu, aku lagi gak betah di kosan lamaku dan Nina yang sudah lebih dulu ngekos disini menawarkan sebuah kamar kosong di DB 53 yang terlalu besar untuk kutempati sendiri. Akhirnya, aku kemudian nempatin kamar itu dengan temanku Fia. Pindah dari kosan yang kecil (di kosan lamaku, hanya ada beberapa kamar dan yang nempatin gak sampai sepuluh orang) ke kosan gede (di DB 53, ada banyak kamar dan belasan orang yang tinggal) bikin aku nyaris kena serangan jantung. Selain harus kenalan dengan banyak orang, mau gak mau aku juga harus bisa menghapal nama dan wajah mereka semua (sungguh fase yang cukup melelahkan dan merepotkan).

Kewajiban untuk mengahapal dan kenal dengan semua warga DB 53 ini ternyata gak sesusah bayanganku. Kebetulan di DB 53 ada sebuah ruangan yang cukup besar di lantai dua. Dimana ruangan itu difungsikan sebagai ruang nonton TV, tempat nongkrong, bahkan sering juga dipakai sebagai ruang makan. Kebiasaan nongkrong di ruang tengah itulah yang memudahkan aku untuk mengenal semua penghuni DB 53. Dalam beberapa waktu, aku sukses menghapal nama-nama mereka ini. Waktu itu selain aku, Nina dan Fia, penghuni DB 53 yang lainnya adalah Kak Aya, Mbak Arie, Mbak Sari, Mbak Deni, dll.

Setelah melewati fase anak baru yang begitu membingungkan (maklum, penghuni kosnya banyak dan tiap kali nongkrong di depan tv selalu ada wajah2 yang sepertinya baru), aku mulai bisa akrab dengan mereka. Gimana gak mo akrab, kami kan tinggal dalam satu atap (meskipun beda kamar), makan hampir setiap hari bareng, nonton tv bareng, ngegosip, jalan-jalan, dan nonton. Selain itu, kami juga kadang-kadang suka gangguin anak ibu kos (nama bu kos kami mbak Tutuk) yang namanya Mekel (nulisnya bener gitu ato Michael…??? Sampai sekarangpun, nama-nya masih jadi misteri yang tak pernah mampu kupecahkan).

Meskipun masa-masa ngekos di DB 53 adalah masa yang sangat indah, bukan berarti gak ada pertengkaran, perkelahian, dan perseteruan disana. Namanya juga hidup bertetangga dalam satu atap. Pastilah ada yang namanya berantem-berantem kecil. Apalagi yang namanya tinggal di kos-an cewek yang penghuninya rata-rata masih S1 waktu itu.

Setelah meninggalkan DB 53 dan aku pindah ke rumah orang tuaku, aku masih sering maen ke DB 53 yang waktu itu masih banyak dihuni oleh teman-teman se-angkatan-ku. Bahkan sampai awal-awal aku kuliah di Jogja, setiap aku pulang ke Surabaya, aku selalu menyempatkan untuk mampir di DB 53 untuk sekedar nemuin Nina, mbak Citra, dan yang lainnya. Sekarang, karena teman-temanku udah capcuz semua dari DB 53 (yang tinggal disana cuma anak baru yang gak kukenal) aku jadi gak pernah maen lagi kesana.

Sampai sekarang, rasanya gak ada kos-an cewek yang se-spektakuler DB 53. Ada ruang tengah dengan TV 21 inch yang gak bagus-bagus banget, sofa jelek yang sudah nyaris runtuh di depan tv (terakhir kesana udah diganti kursi kayu yang lebih kokoh bahannya), kulkas Nina (katanya udah dibeli sama mbak Tutuk) yang penuh dengan bahan makanan, jajanan, kosmetik, minuman anak-anak kos, dan juga bunga es-nya.  Meskipun rumahnya biasa aja, terakhir kulihat cat-nya udah mulai lusuh. Tapi, ibu kosnya yang waduuuh aduhay sekali dan sooo cuek dengan anak kosnya, membuat kos-an ini jadi tempat paling nyaman selain rumah untuk dihuni. Waktu itu, kemanapun aku pergi aku gak pernah khawatir bakalan gak bisa masuk kos karena pagar udah digembok, ataupun kena marah ibu (penjaga) kos gara-gara pulang malam. Dan mo ngapain aja di kos, gak akan ada yang ngomelin (dulu kami sering banget ketawa ngakak dan teriak-teriak gak jelas di kos-an).

Kebersamaan kami selama kurang lebih empat tahun di DB 53 telah membentuk satu persaudaraan yang (insyaallah) tidak akan lekang oleh waktu. Di DB 53 kami bertemu, di DB 53 kami (pernah) berseteru, dan di DB 53 pula kami (mulai) bersaudara.

Jadi kangen sama para alumni DB 53 neh. DB 53, Kamu di hatiku selamanya… *KD mode: ON*

2 Komentar (+add yours?)

  1. Nina Yudhi
    Mei 30, 2010 @ 14:16:03

    Aku.. Aku… hihihihi.akan terus menghantuimu.😀

    KANGEN jg. :((

    Balas

    • Ira Ahmad
      Jun 02, 2010 @ 00:02:24

      kangen berat sama db 53. kangen nonton tv bareng di lantai 2. kangen ngantri kamar mandi lantai 2. kangen naek becak bertiga sama kamu dan fia. kangen semuaaanyaaa….

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: