I’m Thinking About Fashion Now

FashionIndustri yang gak pernah mati dan melibatkan milayaran orang di dalamnya. Industri yang seringkali menimbulkan berbagai sensasi melalui karya-karya designer-nya, harganya yang bombastis, acara peragaan busana yang mewah dan dihadiri oleh selebritis, jet setter fashionista (ya iyalah, kalo gak kalangan jet set, mana mungkin sanggup beli), editor majalah fashion, dan jurnalis fahion. Selain itu, industri ini kerapkali memunculkan kontroversi. Salah satu contoh kontroversi yang pernah ditimbulkan oleh industri ini adalah ketika berjuta-juta tahun (sekitar tahun 60an) yang lalu sempat nge-tren model dengan badan super kurus bernama Twiggy, kemudian di tahun 90an ada Kate Moss yang melanjutkan tren badan ala pohon bambu yang kurus lurus dan nyaris tanpa kurva.

Kenapa dibilang kontroversi? Karena ketika model-model super kurus (biasanya lebih dikenal dengan size-zero-girl) ini muncul dan jadi kesayangan para designer, aktivis-aktivis kemanusiaan yang peduli pada nasib cewek-cewek ABG yang sedang labil dan butuh sekali role model memprotes keras tren ini. Mereka khawatir, para ABG cewek akan terobsesi memiliki badan pohon bambu ini dengan menjalani diet super ketat yang gak masuk akal dan membahayakan kesehatan jiwa dan raganya. Bahkan sampai sekarang ada beberapa artis yang sering kena protes ketika mereka menceritakan program dietnya yang menurut beberapa orang dianggap ekstrim.

Ya, masalah berat badan memang seringkali jadi isu yang paling bisa menarik perhatian para aktivis dari industri fashion. Sebenernya, mungkin aja alasan designer memajang model super kurus di catwalk hanyalah untuk memudahkan mereka dalam mengeksekusi hasil rancangannya. Kan gak mungkin setiap kali mereka bikin baju untuk fashion show-nya, mereka harus mengubah-ubah ukuran baju sesuai dengan bentuk badan modelnya? Makanya mereka nyari model-model yang ukurannya sama dan gak banyak kurva di badan. Biar mereka gampang jaitin baju-baju rancangannya. Nanti ketika ada yang tertarik sama bajunya, pastinya para designer ini bikin bajunya sesuai ukuran sang pemesan-nya.  Aku nulis itu bukan berarti membela atau memojokkan siapapun (awas aja, kalo abis ini ada yang bilang aku pro designer dan ingin memojokkan aktivis).

Pengertian fashion sendiri adalah suatu istilah untuk menggambarkan gaya yang dianggap lazim pada satu periode waktu tertentu (Wikipedia, 2010). Biasanya gaya yang dimaksud, cenderung fokus ke gaya berpakaian masyarakat pada periode waktu itu. Dalam perkembangannya, fashion juga merambah pada bidang lain selain pakaian, aksesorisnya, gaya hidup, tatanan rias wajah dan rambut. Bahkan trend fashion juga merambah pada perangkat teknologi (hape, televisi, dll)  dan otomotif (mobil).

Tren di industri fashion selalu berubah setiap saat, dan biasanya punya durasi yang biasanya relatif sebentar. Seperti yang pernah terjadi pada tahun 70an, tren fashion saat itu adalah celana dengan potongan bootcut yang dipakai hampir oleh setiap anak muda pada masa itu. Sedangkan tahun 80an, musimnya baju-baju cewek dengan bahu tinggi tegap yang diakibatkan oleh tembelan busa yang tebal, rambut keriting mengembang, dan lagi-lagi tren seperti ini dianut oleh hampir setiap perempuan penggila fashion (pada masa itu). Sempat pula di tahun 90an kena musim baju kerja maskulin dengan blazer hitam kaku, celana hitam, hem putih, dan tentunya sepatu hitam. Tren baju kerja seperti itu sempat hits dan lagi-lagi orang-orang banyak yang ngikutin tren seperti itu.

Bersyukurlah bagi kita yang hidup di tahun 2000an. Sekarang, tren fashion lebih mentolerir pada yang namanya selera pribadi. Saat ini, setiap orang bebas mengapesiasi dirinya sesuka hati. Gak perlu lagi ngikutin tren yang lagi popular kalo cuma untuk dibilang keren. Karena sekarang, definisi keren itu sudah mulai absurd (haha). Setiap orang dibebaskan untuk memilih genre fashionnya sendiri. Seperti ada yang bergaya ala Harajuku, Bohemian, Gothic, Maskulin, Feminin, terserah!!! Semuanya punya pilihan. Apakah dia suka bergaya casual, gembel (cuek-mungkin lebih enak diucapkan), atau konservatif, semua itu pilihan yang kalaupun ada yang mengaplikasikannya, orang lain gak bisa menggangu gugat (asal gak bertentangan sama norma masyarakat setempat mungkin ya…). Mau pake skinny jeans, bootcut, baggy, khaki, apapun diterima pada abad ini. Sampai model rambut-pun sekarang gak lagi se-seragam dulu. Sekarang ada yang rambutnya lurus rus, ikal, keriting, dengan warna yang berwarna-warni sesuai keinginannya.

Fashion pada abad ini memang sangat memberikan ruang dan mengapresiasi pada aktualisasi diri tiap individu. Tren fashion internasional mulai melirik budaya lokal tiap negara dan mengambil aksen etnik untuk memperkaya rancangannya. Begitu juga designer lokal yang berani melawan arus dengan tidak melulu ngikutin tren fashion di mancanegara, tapi lebih memilih untuk mengeskploitasi kekayaan budaya lokal.

3 Komentar (+add yours?)

  1. Nina Yudhi
    Jun 01, 2010 @ 23:58:53

    hmmmm..setau aku juga nie, knp para designer milih model yg size zero, supaya orang yg dateng ke acara peragaan busana, fokus ama bajunya ga ama model nya. kalo modelnya bohay kayak kita gini, ……. *no komen.😀

    Balas

    • Ira Ahmad
      Jun 02, 2010 @ 00:01:05

      betul itu nin. kalo terlalu bohay, tar orang2 sibuk liatin bagian tertentu-nya daripada baju2nya. sep sep.

      Balas

  2. Erna
    Des 25, 2010 @ 12:52:35

    Betul kok Ira, model itu kan hy hanger ut pamerkan baju, jadi ya para design itu pilih yang gak byk lekuk. Yang jadi masalah itu kan para perempuan aja yang suka niru2. Diet ketat ut ngurangi berat badan jelas gak sehat. Juga pola makan yang kurang karbohidrat ut menjaga berta badan juga banyak punya dampak. Badan kurus spt Twiggy itu gak seger kok> aku ngmong gini krn aku gampang sekali kurus tp juga gampang sekali gemuk dan skrg lagi usaha nambah berat badan. Mau nyumbang.. ??? hehehehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: