The Bounty Hunter

Hoho hoho… it’s another drama comedy!!! Kali ini yang aku mau bagi ceritanya adalah, The Bounty Hunter. Atau kalau diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, Sang Pemburu Hadiah (bener gak…?).

Film ini pemeran utamanya Jennifer Aniston (Nicole) dan si Gerard Butler (Milo). Sebelum aku mulai nulis sedikit tentang film ini, aku pengen cerita asal muasalnya kenapa aku tertarik nonton film ini. Pas film ini baru diluncurkan, sepertinya para tim promonya menghembuskan gosip bahwa dua bintang utamanya, si Jennifer Aniston dan Gerard Butler terlibat cinlok. Liputan dari media menambah seru berita ini dengan ditemukannya foto si Gerard Butler yang lagi megang bokonngnya si Jennifer Aniston (sengaja gak kupasang disini, takut kena tuduhan pornografi). Dan juga pernyataan gak jelas dari dua orang itu yang gak menyangkal tapi juga gak mengiyakan kalo mereka ini terjerumus ke dalam jurang cinlok. Bahkan keduanya sempat saling memuji, trus terdengar gosip juga kalo si Aniston ini berkeinginan untuk menjadikan si Gerard Butler sebagai kandidat bapak dari anak-anak yang ingin dia lahirkan nanti (OMG… she’s so desperate). Gosip-gosip gak jelas itu bikin aku penasaran sama film ini. Film kaya’ gimana seh yang bisa bikin dua orang ini cinlok? Aku sempat kemakan gosip-gosip itu. Hiks, betapa gampangnya aku terpancing…

Oke, selesai sudah acara berbagi gosipnya. Sekarang aku mo cerita sebentar tentang film ini.

Pada awal film, kita akan disuguhkan adegan si Milo yang sedang nyetir mobilnya di daerah pinggiran kota, kemudian muncul asap tebal dari bagasi mobilnya. Milo langsung nge-cek bagasinya yang ternyata disitu ada Nicole, mantan istrinya yang tengah berusaha melepaskan diri dengan mengeluarkan asap tebal dari entah apa yang dia pegang waktu itu (silakan ditebak sendiri, aku gak tau nama barang yang dipegang Jennifer Aniston di bagasi mobil yang bisa ngeluarin asap tebal itu namanya apa). Setelah si Milo ngebuka bagasi lebar-lebar, Nicole langsung melarikan diri. Tapi, namanya juga cewek. Belum jauh dia lari, udah ketangkep duluan ama si cowoknya. Aduuuhhh… usaha yang melelahkan. Setelah adegan ini, kita dibawa mundur ke peristiwa 36 jam (bener gak ya… aku agak lupa juga) sebelumnya.

Ceritanya, si Nicole ini akan menjalani sidang untuk pelanggaran lalu lintas yang dilakukannya. Menjelang sidang,  Nicole nerima telpon dari seorang informan yang menjanjikannya untuk ngasih info tentang kasus bunuh diri yang sedang diliput oleh Nicole (Nicole diceritakan sebagai seorang jurnalis yang sedang menangani kasus bunuh diri yang menurutnya janggal dan cenderung mengarah ke pembunuhan ketimbang bunuh diri). Nalurinya sebagai jurnalis yang dipenuhi rasa penasaran yang sangat besar membuat Nicole gak ragu meninggalkan sidang dan pengacaranya yang sudah di depan mata. Akhirnya, karena Nicole ninggalin sidang, dia langsung ditetapkan sebagai buronan oleh hakim dan akan dihukum penjara (gileee, ditilang aja bisa dipenjara dan jadi buronan segala…).

Sementara itu di tempat lain, Milo yang seorang Bounty Hunter diminta kakak yang juga agennya untuk menangkap Nicole dan menyerahkannya ke polisi pada hari Senin. Milo yang lagi butuh duit dan memang lagi gak ada kerjaan di akhir pekan langsung menerima dengan senang hati kerjaan untuk nangkep Nicole yang ternyata adalah mantan istrinya sendiri. Dia merasa ini adalah saatnya untuk mengerjai sang mantan istri.

Milo gak butuh waktu lama untuk menemukan sang mantan istri. Nicole ditemukan Milo di tempat pacuan kuda, dimana Nicole sering nongkrong disitu kalo lagi butuh banget keberuntungan. Setelah tau maksud kedatangan Milo, Nicole sempat memohon supaya diberi kelonggaran, karena saat ini dia sedang menanangani kasus penting. Nicole sendiri yang sudah meninggalkan pengadilan, gagal menemui calon informannya karena, sang informan ternyata udah diculik duluan sama seseorang yang diduga pelaku pembunuhan dari kasus yang sedang diliput oleh Nicole. Milo gak mau tahu dan tetap akan menyerahkan Nicole ke polisi. Disitu sempat terjadi adegan kejar-kejaran antara Milo dan Nicole, yang berakhir pada adegan pertama pada film ini yaitu, terperangkapnya Nicole di dalam bagasi mobil Milo.

Setelah berantem-berantem kecil, akhirnya Milo mau juga mengeluarkan Nicole dari bagasi meskipun tangannya tetap terborgol di mobil Milo. Ternyata, sang penjahat yang menculik informan Nicole, diam-diam menguntit mereka. Bahkan ketika sang pembunuh berhasil mendekati mobil Milo, sempat terjadi baku tembak diantara mereka . Keadaan mereka yang terancam bahaya, akhirnya memaksa kedua pasangan mantan suami istri ini untuk kompak demi keselamatan nyawa mereka.

Film ini sebenarnya punya bumbu yang lumayan menggigit untuk genre drama komedi. Sedikit action, misteri pembunuhan, dan juga kejar-kejaran dengan anak buah lintah darat yang memburu Milo karena punya banyak hutang sama bos mereka. Selain itu, yang cukup menghibur di film ini adalah kehadiran Christine Baranski sebagai Kitty, mamanya Nicole. Hubungan ibu-anak ini cukup unik, bahkan lebih bisa dibilang seperti hubungan antar teman karena si ibu ini bisa dengan enaknya mengucapkan kata-kata kotor untuk mengkespresikan kekagetannya. Selain itu saran-saran yang gak biasa dari seorang ibu nyentrik macam Kitty ini juga memberi nilai tambah buat film ini, meskipun memang dia hanya tampil dalam beberapa scene aja.

Sayangnya, adegan kejar-keajaran antara Milo dan Nicole yang diulang-ulang membuat adegan tersebut terasa membosankan. Juga, kehadiran anak buah lintah darat yang ikut mengejar Milo terasa kurang berarti di film ini. Meskipun, mungkin aja kehadiran lintah darat yang kejam dan agak bodoh berfungsi untuk menguatkan karakter Milo yang hobi berjudi sampe terlilit utang dengan lintah darat, tapi tetep aja kehadiran mereka ini gak berguna juga. Kalaupun gak ada lintah darat, dengan melihat bagaimana Milo memperlakukan Nicole, dan bagaimana Nicole dibikin sebal setengah mati oleh kelakuannya, penonton pasti bisa dengan sendirinya tau kalo Milo ini bukan cowok yang bisa diandalkan (bahkan tanpa perlu menghadirkan lintah darat sekalipun).

Padahal adegan pertama dalam film ini aja udah bisa mencuri perhatian dan mungkin bikin penontonnya akan duduk diam di kursinya dengan penuh rasa penasaran. Selain kehadiran lintah darat yang agak maksa, adegan akhir dari film ini bisa dibilang agak aneh dan juga maksa.

Apapun kekurangan dari film ini, tetep aja film ini boleh juga untuk ditonton sambil males-malesan di rumah. Karena meskipun ada adegan tembak-tembakan, kejar-kejaran, pembunuh, lintah darat, tetap film mampu menghibur, karena semua konflik dan permasalahan disajikan dengan ringan. Ya, gak jauh beda sama film-film drama komedi lainnya.

2 Komentar (+add yours?)

  1. fajar
    Jun 05, 2010 @ 17:43:52

    wuah review filmnya ada endingnya semua..wuehehe spoiler neh…
    tapi karena udah keburu ditulis endingnya ya aku juga mau komen deh..
    pas bagian 10 menit jelang ending wuah jadi basi banget..pake acara ngendap2 gitu dan gak penting banget dah..makanya langsung aku skip skip aja sampe adegan mereka dipenjara bareng…
    nih film dapat review negatif dari kritikus luar..padahal yang jadi sutradaranya yang bikin film romantis terbaik ditahun berapa yah ..itu lho filmnya will smith sama eva mendes..HITCH…
    tapi paling gak , ya gak separah Sex and the city wkwkwkwkw
    jadi ingat 2 jam 15 menit yang penuh penderitaan didalam bioskop wkwkwk

    Balas

    • Ira Ahmad
      Jun 05, 2010 @ 17:52:09

      maap, kelepasan ceritanya… iya ni film agak2 gak jelas mo jadi film apa. drama komedi iya, film thriller bukan tapi pake acara ada pembunuhannya, huaaa kecewa berattttt. oww, mungkin kali ini sang sutradara sedang mengalami masa2 suram ya.

      kalo dibandingin sama sex and the city, paling gak bounty hunter ini gak ada serialnya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: