Bulan Ramadhan dan Aku…

Gak kerasa kurang dari dua minggu lagi, kita akan ketemu lagi sama bulan Ramadhan. Bulan baik, bulan suci, bulan penuh ampunan dari Allah Swt. Aku selalu deg-deg an setiap kali bulan Ramadhan datang. Perasaan senang, terharu, dan bersyukur masih bisa dikasi kesempatan sama Allah Swt untuk bisa mengumpulkan pahala di bulan baik ini.

Aku dengan besar hati mengakui, bahwa ibadahku memang belum sempurna dan masih banyak kekurangan dan dosa. Dan meskipun dengan pahala yang pas-pas an pun aku tetap pede menyambut bulan penuh rahmat ini. Banyak hal yang aku senangi dalam bulan ini. Diantaranya:

  1. Di bulan Ramadhan, aku bisa dengerin orang-orang ngaji semalam suntuk di mesjid.
  2. Puasa tiap hari ada kemungkinan untuk nurunin berat badan dan ngecilin perut, hehehe…. (meskipun kemudian menggembrot lagi waktu buka dan setelah lebaran).
  3. Acara tafsir Al Misbah-nya Quraish Shihab (insyaallah bener nama acaranya) cuma ada di bulan Ramadhan, yang diputar sebelum sahur dan berakhir sebelum adzan Subuh (serius, aku suka lo…).
  4. Termotivasi untuk shalat jemaah di masjid untuk shalat Tarawih (meskipun gak tiap malem). Kalo gak bulan Ramadhan, aku lebih sering shalat di rumah dan gak pernah ke masjid (kenyataan yang menyakitkan).
  5. Saat Ramadhan, aku lebih termotivasi untuk shalat. Setengah cari muka juga sama Allah Swt dan merasa sayang, masa’ puasa tapi gak shalat. Juga karena tergiur sama pahala yang berlipat dan takut puasa gak sempurna.
  6. Lebih sering makan sama keluarga. Di bulan Ramadhan, setiap anggota keluarga kami biasanya berusaha keras supaya bisa berbuka sama-sama di rumah (kecuali kalo ada acara buka bersama di luar dengan teman-teman). Kalo gak Ramadhan, kami biasanya makan selalu sendiri-sendiri dan jarang bisa duduk kumpul dalam satu ruangan.
  7. Lebaran. Ajang kumpul keluarga besar. Ngobrol, ketawa-ketawa, dan main dengan sodara-sodara yang cuma ketemu setahun sekali. Kadang seh emang beberapa kali ketemu, tapi sensasinya beda ketika ketemu saat lebaran.
  8. Mudik ke Pamekasan, dimana banyak sekali makanan enak disana seperti: Rujak, Campor/Campur (gak tau gimana nulisnya yang bener), nasi rames yang sampai sekarang keenakannya belum bisa ditandingi di tempat manapun, krepek tangguk yang dicocol bumbu rujak (hmmm, nyam nyam nyam… sluurrrppp!!!!), tajin sobih, dll.
  9. Saat mudik ke Pamekasan, aku paling suka jalan-jalan ke pantai. Di Madura banyak banget pantai yang bagus dan menggoda. Biasanya seh, kalo beruntung kami bisa pergi ke Camplong ato Talang (ufffhh, bosan…). Kebiasaan yang selalu kami lakukan di pantai adalah, makan rujak dan naik perahu.

Dari semua yang kusebutin diatas, aku tau kalo semuanya sangat dangkal. Boleh kan, apapun alasannya, aku memang selalu menyambut bulan Ramadhan dengan penuh sukacita (meskipun kadang-kadang agak was-was mikirin utang puasa taun lalu udah lunas apa belum…). Di setiap bulan Ramadhan, aku selalu berharap supaya bisa mengisi sepuluh malam terakhir dengan ibadah (saat Lailatul Qadr/Malam Seribu Bulan), meskipun kenyataannya aku masih sering ha-he-ho ketika malam itu tiba. Aku berharap, bulan Ramadhan ini aku bisa memperbaiki ibadahku, dan paling enggak dosa-dosaku diampuni sama Allah Swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: