Just Wanna Share Something

Keluargaku sama sekali bukan keluarga yang sempurna. Kami gak pernah pergi jogging bersama2 di pagi hari, kami gak pernah berdiskusi secara terbuka di ruang keluarga atau saat makan, kami bahkan jarang makan bersama dalam satu meja. Meskipun saat itu seluruh anggota keluarga lagi ngumpul. Ketidaksempurnaan yang dulu (jaman aku masih abg culun yang tetap manis dan cantik) sempat aku ratapi (halah, bahasa dangdut) dan aku sesali juga. Di keluargaku, demokrasi itu cuma mitos, kalo diumpamakan dengan negara, mungkin keluargaku ini menganut sistem monarki absolut. Kalo sekarang seh ke-absolutannya berkurang, dibandingkan jaman aku abg dulu. Ternyata waktu sanggup menekan ego sampai ke titik yang paling rendah.

Selain orangtua, keluarga intiku juga terdiri dari dua orang adek (cewek dan cowok). Aku dan adekku yang cewek (Ani) boleh dibilang (terpaksa) deket. Banyak faktor yang bikin kami deket. Pertama, usia kami gak terlalu jauh, cuma beda 2 taun. Kedua, kami tumbuh di lingkungan yang sama. Karena beda usia yang gak terlalu jauh, sejak TK sampai SMA kami sekolah di sekolah yang sama, bahkan dulu kami sempat ngaji di guru yang sama (meskipun akhirnya adekku cabut dan pindah ke guru ngaji lainnya, karena gak tahan sama kegalakan sang guru). Karena itu, kami juga saling tau dan kenal dengan teman-teman kami. Aku seh, bersyukur karena adekku tau temen-temenku. Seringkali, aku lupa dengan temen-temen sekolahku, dan dia yang ngingetin aku (hehe…). Selain itu, sejak kecil kami juga sering dipakai-kan baju yang seragam oleh mama (ma, teganya dirimu….).

Tumbuh di lingkungan yang sama dengan adekku jelas sempat bikin aku tertekan. Aku jadi agak sulit berekspresi jaman abg dulu. Setiap aku bertingkah, pasti adekku ngadu sama mama dan papaku. Padahal, masa-masa abg adalah masanya darah muda yang kepanasan itu untuk diekspresikan seliar-liarnya (ngemeng epe ini….). Sedangkan adekku yang kecil, Iqbal gak terlalu deket dengan aku. Selain karena jarak umur kami bedanya terlalu jauh (7 taun), dia juga cowok yang mainan dan ketertarikannya beda denganku. Waktu kecil, Iqbal ini agak emosional dan sulit berbagi. Selain orangtua dan adek-adekku yang ….. (gak tega nulisnya), ada juga asistennya mama yang setia dengan keluarga kami. Dia itu yang bantuin mama membesarkan kami bertiga dan menjaga rumah.

Meskipun tidak sempurna dan sempat membuatku desperado, buatku mereka tetap prioritas utama dalam hidupku. Seiring dengan berjalannya waktu, aku bisa menerima segala ketidaksempurnaan itu. orang tuaku yang semasa mudanya sibuk memenuhi ambisinya, ternyata punya cinta yang luar biasa untuk kami anak-anaknya. Mereka yang dulu tidak pernah meminta pendapatku tentang apapun, ternyata punya maaf yang tak ada batasnya. Ani, adekku sekarang jadi teman terbaik, kritikus terkejam, dan pelawak terlucu (dia bahkan bisa lebih lucu daripada rombongan OVJ). Adek bungsuku, Iqbal sekarang jadi tempat aku menanyakan berbagai hal tentang teknologi dan aku bersyukur punya adek cowok yang rentang usianya jauh. Karena dia, aku jadi bisa ikutan maenan PS 1 dan 2 (waktu aku kecil, aku gak punya maenan yang canggih). Selain itu, karena dia juga aku sempat nginstall The Sims 2 dan 3 di komputer yang sudah di-up grade. Jadi, pas aku maen The Sims 2 dan 3 itu gak ada ceritanya komputer lelet atau nge-hang. Setelah sebesar sekarang, Iqbal jadi lebih sabar mengahadapi aku (tapi tetep aja, masih bawel).

Keluargaku memang gak sempurna dan gak akan pernah sempurna. Aku sudah menerimanya, bukankah sudah seharusnya orang-orang yang tidak sempurna seperti kami ini berkumpul dalam satu rumah dan menjadi satu keluarga. Ditengah ketidak-sempurnaan itu aku menemukan tempat perlindungan (udah kaya’ kantor kedutaan aja) terbaik di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: