gak ada judulnya

kamu pernah ada di mimpiku, kamu pernah ada dalam anganku, kamu pernah jadi segalanya di hidupku. sayangnya, aku tak pernah jadi apapun buatmu.

aku tak pernah tau kenapa bisa menggilaimu seperti itu. aku tak pernah ingat kapan aku mulai merindukanmu di setiap malamku. yang aku ingat hanya kerasnya degupan jantungku saat kamu di dekatku. sensasi yang membuatku mencandukan cintamu.

tak ada kata cukup tak pernah pula aku merasa suntuk, jika menghabiskan waktuku bersamamu. saat itu, aku mau membayar berapapun hanya untuk lebih lama denganmu. akupun mau menyerahkan segalanya demi semua cinta yang aku rasakan.

aku mencintaimu seperti musim penghujan panjang yang enggan digantikan musim kemarau. begitu mencandunya aku akan cintamu, hingga aku tak ingin berhenti mengejarmu. karena saat itu, di hatiku cuma ada kamu dan cuma kamu yang aku mau selamanya bersamaku.

*ide tulisan ini datang saat duduk manis di puncak pohon kelapa*

Iklan

blog ini masih eksis ;)

Udah lama banget gak posting curhatan terbaru di sini, sejak tulisan terakhir yang aku postingkan entah kapan. Aku jarang nge-post bukan karena sibuk sampai gak ada waktu kosong buat nulis, tapi karena lagi gak ada ide apa-apa untuk di-posting-kan di blog (alasan yang bener-bener gak mutu). 

Jika sebelumnya aku pernah begitu sering nulis dan nge-post cerita-cerita gak penting dan gak bermutu disini, itu karena waktu itu aku lagi stress dan butuh pelarian dengan nulis apa aja yang gak ada hubungannya dengan apa yang aku kerjakan saat itu. Salah satu yang paling membuat stress waktu itu ya thesis tercinta yang saat itu duduk manis menunggu diselesaikan. Menulis di blog tentang apapun di luar yang aku peajari dan aku kerjakan saat itu jadi salah satu bentuk pelarian yang paling sederhana tapi cukup efektif untuk melarikan diri dari kenyataan meskipun sebentar.

Kabar gembira mampir ketika yang mulia, dosen pembimbingku meng-acc thesisku untuk di sidangkan. Momen menggembirakan sekaligus melegakan dan mendebarkan itu terjadi pada akhir bulan Januari. Setelah mendapatkan acc dari yang mulia, aku langsung mendaftrkan diri untuk segera dieksekusi di kursi listrik. Anggota dewan akademik menjatuhkan hari eksekusi pada tanggal 10 Maret 2011.

Di hari eksekusi dimana aku seharusnya mempertanggungjawabkan thesis yang telah aku buat dengan setengah hati itu, aku malah terpesona pada pesona salah satu dosen pengujinya (huahaha, it was one of the most guilty pleasure moment in my life). Saat sidang, aku melupakan dosen lainnya yang juga hadir di ruangan itu bahkan gak menggubris dosen pembimbingku yang ikut mendampingi saat itu. Hasilnya, jelas nilai yang pas-pasan (nilai dan nama-nama orang terkait sengaja gak aku sebutkan demi melindungi harkat dan martabatku sendiri :p).

Sejak selesai sidang dan akhirnya wisuda pada tanggal 25 April 2011 lalu, pergilah sudah beban dan stress. Dunia mendadak menjadi surga (tadinya aku serasa hidup diantara neraka jahanam dan padang mashar, hoho). Setelah stress pergi, keinginan untuk nulis dan berceritapun ikut pergi pelan-pelan.

Setelah lulus, semua memang jadi lebih baik kecuali kisah cintaku. Kalau yang satu ini entah kenapa gak pernah sesuai harapanku, selalu berantakan (sama berantakannya dengan kamar dan isi tasku). Itu juga salah satu penyebab hilangnya motivasi untuk menulis, karena aku sibuk tenggelam dalam kesedihan :p (keracunan sinetron).

Tulisan tentang rangkaian cerita gak penting ini sengaja aku posting kan ke blog sebagai pancingan, supaya gak lama-lama nganggurin blog ini sampai akhirnya blog-nya jadi seperti blog hantu karena gak keurus. Sekaligus jadi debut pertama setelah sekian lama vakum (udah kaya’ artis tenar ibukota pake debut2 segala) 😀