SRK in a Flash Review

Horeeee film terbarunya ShahRukh Khan udah keluar. Meskipun cuma ada di Blitz dan meskipun juga Blitz itu baru ada di Jakarta dan kota terdekatnya dan belum ada di Surabaya. Saya tetap heppi meskipun dalam hati garuk-garuk kain sari. Saya selalu berdoa pada Allah Swt supaya sang pengimpor berbelas kasihan dan kemudian memutarkan filmnya di 21cineplex. Saya janji, saya akan nonton kalo Ra.One nongkrong di 21cineplex.

Okelah, cukup meratapnya. Karena saya belum bisa nonton Ra.One, film terbaru ShahRukh Khan (SRK) yang bertemakan superhero ala Bollywood. Saya mau sedikit berbagi cerita tentang film-film idola saya itu yang sudah saya tonton sebelumnya. Tapi review cuma beberapa aja dari puluhan film-filmnya ya, kan saya gempor juga kalo nge-review semua filmnya satu-satu.

Kabhi Alvida Na Kehna

Pertama kali nonton film ini, saya kaget. Wow! Film India kok cerita-nya perselingkuhan. Film ini nyeritain dua pernikahan yang gak bahagia. Dua pernikahan ini punya kesamaan, keduanya diawali oleh niat baik untuk melanggengkan hubungan persahabatan dan kekeluargaan. SRK dan Preity Zinta yang jadi suami-istri di film ini, nikah karena udah lama banget temenan. Pada akhirnya, mereka kepikiran untuk mengikat hubungan pertemanan itu dalam pernikahan. Sementara Rani Mukherje dan Abishek Bachchan nikah karena sejak kecil, Rani sudah dianggap bagian dari keluarga oleh si laki-lakinya. Kemudian keduanya (Rani dan SRK) ketemu, saling curhat, dan terjadilah hal yang diinginkan.

Sepertinya Karan Johar, kekasih fiktif akyu sang sutradara dan penulis naskahnya mencoba mengkritik pernikahan yang tidak didasari oleh cinta. Yang mungkin aja banyak kejadian di negara asalnya sono, India. Terlepas dari ceritanya yang tidak biasa, banyak adegan dramatis dan quote yang mengena. Adegan favorit saya, adegan setelah SRK dan Rani Mukherje ngobrol panjang lebar tentang pernikahan dan jodoh di teras rumahnya. Adegan perpisahan dengan iringan lagu ini bikin saya meleleh, memadat lagi, terus menyublim dalam gedung bioskop. Terus, ada lagi yaitu adegan setelah SRK dan Rani ketahuan selingkuh sama mertua Rani (Amitabh Bachchan) dan ibunya SRK (Kirron Kher). Saat pulang ke rumah, Rani keliatan banget rasa bersalahnya sama si mertua. Sang ayah mertua hanya duduk ngeliatin Rani setibanya di rumah. Diamnya  sang mertua ini malah bikin Rani salah tingkah sampai mecahin piring segala.

Selain itu, ada satu quote yang terus gentayangan di kepala saya sejak pertama kali nonton film ini sampai sekarang “Ada luka yang bisa terhapus oleh seiring berjalannya waktu. Beberapa luka, makin menyakitkan bersama dengan berjalannya waktu”.

Josh

Ha! Ini nih, film-film preman dengan selera western-bollywood. Ceritanya, di film ini SRK jadi preman namanya Max dan punya sodara kembar Aishwarya Rai (Shirley). Max ini ketua geng Eagles yang musuhan berat sama geng Bichoos pimpinannya Prakash. Dua geng ini sering ribut dan punya daerah kekuasaan masing-masing. Sementara adek-adek dua bos geng itu terlibat dalam skandal asmara (huwooooo, skandal asmara. Apa itu…). Konflik memuncak dan meledak saat bos geng Bichoos, Prakash tewas ditembak dan Max jadi tersangka utamanya.

Film ini, meskipun mengandung unsur premanisasi (apalagi artinya premanisasi) tapi cukup menghibur. Banyak bumbu-bumbu yang bikin film ini lucu, seperti adegan-adegan Max pedekate sama cewek gebetannya yang dibantuin sama si adek dan anak buahnya. Terus, akal-akalan Max untuk gangguin adeknya Prakash yang punya toko roti di kampung itu.

Om Shanti Om

Ini dia, film India dengan bumbu reinkarnasi dan sedikit agak nyentil Industri di India. Diawali dengan setting taun 70an dimana seorang figuran bernama Om (SRK) terobsesi pengen jadi aktor besar di Bollywood, jatuh cinta dengan Shanti Priya artis yang lagi naik daun (daun apa, bu… daun jambu kaya’nya) yang ternyata sudah nikah dan lagi hamil anak dari produsernya Mukesh Mehra (Arjun Rampal). Setting taun 70an ini berakhir ketika Priya dibunuh Mukesh dengan cara dibakar hidup-hidup di sebuah studio yang disaksikan oleh Om yang lagi nongkrong disekitar studio saat itu. SRK ikut tewas dalam peristiwa itu dan bereinkarnasi menjadi anak tunggal salah satu aktor berpengaruh di India dari klan keluarga besar Kapoor, SRK terlahir kembali dengan nama Om Kapoor.

Nah, disinilah Om Kapoor dewasa, aktor keren, arogan, keturunan ningrat para aktor Bollywood dan digila-gilai cewek-cewek India itu mulai mendapatkan sedikit flashback dari kehidupan sebelumnya dan mulai menyusun setiap pecahan memori itu dengan mengumpulkan setiap petunjuk yang muncul dihadapannya.

Film ini banyak nyelipin parodi seputar indsutri film Bollywood sendiri. Saya sih, lucu-lucu aja liatnya. Cuma agak heran,parodi kan biasanya dimainkan oleh orang lain. Nah, di film ini banyak aktor-aktor yang malah memparodikan film-filmnya sendiri. Agak bizarre…

Veer-Zaara

Huwaaaaaa!!!!! Nangis nangis deh gara-gara film ini.

Ceritanya sih biasa, kisah cinta gitu. Cuma, bumbunya ini yang bikin hati teriris perih gundah gulana meraja lela armand maulana (errr… kenapa bawa-bawa Armand Maulana). Kisah cinta antara Veer (SRK) cowok India dan Zaara (cewek Pakistan) yang seperti biasa, gak direstui oleh pihak perempuan. Zaara akan dijodohkan dengan laki-laki pilihan keluarganya dan keluarganya meminta Veer untuk gak gangguin anaknya.

Terus, entah karena apa. Tiba-tiba Veer masuk penjara gitu (saya lupa kenapa. Mau nonton lagi, saya takut hati yang baru sembuh dari sakit ini terluka lagi. Halah! *jedotin kepala ke bantal*). Setelah puluhan taun nongkrong di penjara, datanglah seorang pengacara (Rani Mukherje) yang mencoba mengangkat kembali kasus-nya Veer ini. Awalnya, Veer keukeuh mempertahankan status narapidanya karena mengira Zaara sudah hidup bahagia sama pasangannya dan gak ada gunanya dia bebas.

Film ini ceritanya memang aneh. Kalo memang mau putus, ya gak usah repot-repot masuk penjara kenapa. Puluhan taun lagi dipenjaranya. Sedangkan si cewek ternyata ujung-ujungnya gak kawin tuh sama laki-laki yang udah dipilihkan keluarganya. Duh, rugi banget kan. Mending kawin lari aja. Buang-buang waktu puluan taun. Tapi, meskipun ceritanya aneh, saya tetep aja nangis dan ikut deg-degan ketika adegan Veer ketemu lagi sama Zaara di persidangan setelah puluan taun gak ketemu. Memang, film India juaranya drama.

Mohabbatein

Film ini banyak menyimpan lagu-lagu keren yang kental banget gendang-gendang khas India. Humko Humise Churalo adalah salah satu lagu juara di  film ini. Ceritanya sederhana. Cerita cinta tiga cowok yang sekolah di asrama cowok dengan berbagai kendalanya tapi ketiganya punya satu problem besar. Sekolah itu (Gurukul) mengharamkan setiap muridnya untuk cinta-cintaan. Hingga datanglah seorang guru musik keren yang namanya Raj (SRK) dengan misi mengubah keadaan itu.

Raj sendiri punya hubungan khusus dengan sekolah itu dan kepala sekolahnya Narayan Shankar(Amitabh Bachchan). Hubungan macem apa? Apakah Raj itu adalah anak hasil hubungan gelap sang kepala sekolah yang tidak diakuinya? Terus Raj datang untuk mengambil alih kekuasaan di Gurukul demi membalaskan dendam ibunya yang tersakiti? Bukan. Bukan seperti itu, hubungannya. Meskipun itu cerita yang sangat umum terjadi. Tepatnya, Raj dulu pacaran sama Megha anak perempuan satu-satunya dari sang kepala sekolah. Hubungan itu gak direstui dan mengakibatkan Megha bunuh diri dengan lompat dari balkon rumahnya (d’ooh… mbakyu. Lelaki di India cuma kekasih ya…).

Raj yang mengagungkan cinta itu berusaha masuk Gurukul sebagai guru musik dan merubah keadaan di Gurukul yang kaku di bawah kepemimpinan Narayan Shankar. Dengan memanfaatkan tiga bocah Gurukul yang lagi dimabuk asmara, Raj pelan-pelan berusaha meluluhkan hati sang kepala sekolah.

—————————————————————————————–

Nah itu dia bagi-bagi cerita singkat lima film dari buanyak film yang pernah dibintangi SRK. Meskipun banyak, memang sengaja cuma lima aja yang di-review. Dan tak perlu protes atau tanya-tanya kenapa diantara buanyaknya film SRK yang box office mendunia, yang saya review cuma judul-judul film diatas. Dan bukan Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Khusi Kabhi Gham, ataupun Chakde! India dimana SRK jadi coach hockey timnas cewek India. Tenang, someday somehow somewhere pasti banyak yang sudah me-review film-film SRK lainnya, selain dari yang sudah saya tulis diatas (penulis seenaknya dan gak bertanggung jawab…). Selain itu, Sengaja memang gak di-rating, karena memang saya gak mau.

Review film belum pernah se-absurd ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: