(no tittle)

ImageBerteman malam, hanyut dalam pelukan rindu.

Menantikan pagi, datang menjemput luruhkan pilu.

Menatapi detik demi detik yang dilalui oleh jarum jam.

Tahukah kamu, seperti apa rasanya didekap rindu berkepanjangan?

Seperti bernafas dalam ruang hampa.

Leher tercekik, kalap memburu udara.

Seluruh tubuh lemas lunglai tak berdaya.

Berharap kepastian akankah tetap hidup atau mati.

Image

Terdampar dalam gurun pasir tanpa akhir.

Setiap fantasi akan pelukanmu, adalah fatamorgana sebuah oase di tengah-tengahnya.

Desiran pasir yang dihembus angin, bagaikan bisikan-bisikan pilu dari hati yang merindu.

Kembalilah… Pulanglah ke hati yang mendamba kehadiranmu.

Image

Sampingan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: