Random

Minggu siang di tepian pantai. Ombak berderu berlomba menuju bibir pantai. Angin laut menyapu seolah bersorak memberi semangat pada ombak. Matahari pun tampak bersemangat melihat keriuhan pantai. Menyinari sepenuh tenaga, terlarut dalam suasana. Di sana di tepian pantai, seorang pria menatap diam fenomena alam di depan matanya. Berdiri lesu tanpa semangat. Larut dalam lamunannya sendiri. Ditemani oleh batang-batang rokok yang mengiri setiap bayangan dalam angannya.

‘Apa yg salah dari kita? Berapa kali kita mencoba? Berapa kali kita harus gagal? Bukankah kita punya semuanya. Kita punya cinta. Tapi kenapa tak pernah cukup…’ Tangis sang lelaki pada wanita di hadapannya.
‘Harusnya kamu tak perlu datang. Harusnya kita tidak bertemu hari ini. Pergilah, ada seseorang yg harus aku nikahi hari ini.’ Jawab sang wanita.

Bayangan itulah yang sedang bermain dalam pikiran lelaki yang saat ini berdiri di tepi pantai itu. Pagi ini dia baru saja mengendap menemui kekasihnya. Di hari pernikahannya. Kekasih yang dicintainya lebih dari apapun di dunia. Satu-satunya wanita yang dia puja. Tak hanya hancur ditinggal sang kekasih, hatinya juga penuh tanya yang tak terjawab.

‘Janeeta…’ Bisik sang lelaki, berharap bahwa angin akan menyampaikan panggilan kesedihannya pada sang kekasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: