Momen Menegangkan

Hey you my dear blog,

Sudah lama juga aku gak menuangkan buah karya pemikiranku yang super duper brilian. Meskipun aku gak tau persis kapan terakhir kali aku coret-coret disini, tapi aku yakin itu sudah cukup lama. Lebih dari hitungan bulan. Tenang blog gak perlu sedih gak perlu risau meski lama kita tak bersua, gak begitu banyak perubahan pada situasi dan kondisi di tanah air. Olga masih jadi presenternya Dahsyat, presiden kita masih belum kurus dan kantung matanya makin parah, bang Ipul masih menduda, dan Agnes Monica masih belum dapet grammy. Eh tapi, tau gak kamu kalo Amora Lemos udah punya adek? KD melahirkan di penghujung tahun 2012 kemaren, Aurel baru aja ngerayain anniversary bulan pertama dgn pacar barunya (iya, baru lagi! Namanya? Gatau), ibukota negara kita tercinta kebanjiran semingguan ini, Farhat Abbas dan Rhoma Irama nyapres.
Apah?! Kamu gak tau blog?? Ciyus?? Ya ampun, kamu terbelakang blog… Maafkan diriku yang cantik dan seksi ini karena telah mengabaikanmu sehingga membuatmu tak tahu perkembangan gosip2 terbaru di luar sana.

Sudahlaya intro-nya skrg kita masuk ke intinya saja (jadi tulisan ini ada intinya…). Minggu lalu aku baru saja nyabut gigi blog, gegara gigiku patah. Bukan karena aku mengalami KDRT ataupun dihajar pacar seperti Ardina Rasty, bukan. Bukan juga karena aku nantangin Dewi Perssik ataupun Jupe berantem. Apalagi bekas tamparan Agung Hercules. Bukan blog, bukan karena itu semua. Gigi ini patah karena dia capek bertahan dgn tambalan yg sudah lama bersamanya. Jadi, gigi yg patah ini dulu pernah bolong gede dan ditambal di tengah2. Nah, kapan hari pinggirannya patah. Setelah melalui diskusi dan pertimbangan yg teramat panjang dan melelahkan, akhirnya terpaksa diputuskan untuk melepas gigi ini. Karena kata sang dokter kalaupun mau pake pasak bumi rasa roso, akarnya sudah rapuh dan nantinya bakal pecah. Seram kan…

Sebelum dicabut, aku foto dulu. Bukan pas foto ukuran 3×4 atau 4×6, apalagi foto erotis. Tapi foto rontgen untuk memperlihatkan pada dunia bagaimana performa gigi-gigi manis ini. Tak banyak yang terjadi di saat-saat momen itu berlangsung. Di studio itu (apapun namanya ruangan itu) hanya ada aku dan mbak2 operator yg menjalankan alat untuk memotret gigi sekaligus sebagai pengarah pose yg baik untuk kuperagakan di depan alatnya. Supaya hasil foto giginya memuaskan pecinta gigi di luar sana.

Berkunjung ke dokter gigi sebenarnya satu dari 7 peristiwa yang sebisa mungkin tak ingin kulakukan versi on the spot. Buat yang pernah ke dokter gigi untuk keperluan apapun (kecuali minta sumbangan dan untuk bersenang2 berdua), pasti tau betapa gak nyamannya. Mangap dalam waktu yang gak sebentar sementara dokter ngobok2 gigi, iler mengalir dgn derasnya dan rahang mulai mengeras saking lamanya.
Tapi mau gimana lagi blog, gigi ini sudah tak nyaman lagi. Tambalannya mulai labil, tiap kali makan dia mengayun kesana dan kemari. Seperti abege labil yg selalu meramaikan acara2 musik di tivi2 nasional.

Kalau kamu pengen tau blog rasanya dicabut gigi, sakit apa enggak. Saat dicabut memang gak sakit, tapi… Ada penyesalan yg teramat dalam setelah pencabutan gigi itu selesai. Aku menyesaaallll… Kenapaaaa??!!!!!! Aku ingin gigiku kembali utuh seperti sedia kala… Aku benci dokter gigi blog…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: